Berwisata ke Bukit Rhema atau yang sering dikenal Gereja Ayam




Bukit Rhema-Gereja Ayam , begitu kebanyakan orang menyebut tempat yang terletak di Bukit Rhema, atau tepatnya di daerah perbatasan Karangrejo dan Daerah Kembang limus Magelang, Jawa tengah ini sebenarnya berbentuk merpati. Dan bukan pula Gereja, tetapi bangunan tersebut adalah tempat Doa untuk semua Bangsa dan semua Agama. Hal tersebut di jelaskan oleh salah seorang pemandu wisata di tempat Doa yang sejak tahun 2011 resmi juga di jadikan tempat wisata rohani.


“Gedung ini bukan Gereja Ayam tetapi rumah doa bagi segala bangsa dan Agama. Kemudian bangunanya bukan ayam tetapi merpati” jelas ibu Titin yang di temui di depan pintu masuk tempat tersebut. “ di pilih merpati karena melambangkan perdamaian, cinta kasih, dan kesetiaan” imbuhnya.




Gedung yang dibangun oleh Bapak Dhaniel Alamsyah pada tahun 1992 dan di kelola oleh yayasan Sinar Bukit Rhema memiliki ruang doa yang bersifat Universal (Umum) di lantai dasar dan terdapat tempat doa bagi semua agama di Indonesia. Selain itu, terdapat juga tempat doa pribadi. Kemudian ada juga wall of hope (dinding harapan), disitu pengunjung di sediakan kertas dan alat tulis untuk menulis harapan atau doa yang diinginkan kemudian di gantung di dinding tersebut.

wall of hope (dinding harapan)

in frame Riski Maisarah

Jika ada yang menanyakan berapa sih tiket masuk untuk ke bukit Rhema..?? 
Di sini penulis sedikit bercerita tentang pengalaman berkunjung ke bukit Rhema atau yang sering dikenal sebagai Gereja Ayam. pertama kali kita masuk ke jalan yang menuju tempat tersebut, Kita akan di sambut hutan jati yang terdapat di kanan dan kiri jalan. Sekitar 900m dari jalan raya kita sampai di parkiran Bukit Rhema dan membayar biaya penitipan kendaraan. Berlanjut dari  tempat parkir kendaraan kita akan berjalan kaki kurang lebih 150 meter untuk tiba di loket pembelian tiket masuk, dan cukup dengan Rp. 15.000,- kita bisa masuk dan bebas berkeliling di setiap sudut bangunan yang berbentuk merpati ini. Dan juga dengan membayar biaya tiket masuk kita bisa menukar tiket dengan makanan ringan khas bukit Rhema yaitu kripik singkong tradisional.
  ehhh.. jangan terlalu panjang kalo bercerita. Yang penting kan sudah terjawab pertanyaan tentang tiket masuknya. Kan biar pada penasaran, dan ciptakan pengalamanmu di Bukit Rhema. Hehehe..

Kata Rhema di ambil dari bahasa yunani yang berarti Firman Yang DI Hidupkan.R 4 NU

Komentar

Posting Komentar