Jenggawur-Gelaran Jenggawur artnival yang di adakan pertama kali pada
tahun ini berjalan meriah. Terbukti dari banyaknya wisatawan yang hadir pada
hari pertama (31/08/2018). Ratusan wisatawan berbondon bondong menghadiri acara
yang di adakan di lapangan desa Jenggawur, Banjarmangu, Banjarnegara. Sebelumnya
pada minggu lalu telah di laksanakan serangkaian acara Rembug Sejarah Desa dan Kirab Pari. Dimana acara tersebut juga termasuk dalam rangkaian Jenggawur
Artnival 2018.
Untuk hari pertama, telah berjalan sejumlah kegiatan. Mulai dari pameran potret desa (Pertunjukan karya fotografi bertema
pedesaan), Tari Tradisional dari Sanggar
tari raras irama, Pantomim oleh Widhi
godrong, dan sejumlah kegiatan lainya.
Dengan mengusung konsep kolaborasi antara pertanian, seni
dan budaya. Jenggawur Artnival mengangkat dua titik penting yaitu desa dan
pertanian. Namun untuk menarik minat wisatawan yang hadir, panitia
mengkolaborasikan dengan budaya dan hiburan. Hal tersebut di jelaskan Aan salah
satu panitia acara tersebut “jadi konsep Jenggawur Artnival memang kolaborasi
antara pertanian, seni dan budaya” jelas aan yang di temui setelah acara
tersebut selesai. “tetapi untuk mengundang masyarakat kita harus mencampurkan dengan
budaya dan hiburan” tambahnya.
Penampilan Memukau Tutung Menjelang Pagi
sebagai penutup acara hari pertama
Untuk hari kedua acara jenggawur Artnival akan di meriahkan
oleh penari dari SMK Cokroaminuto, dilanjutkan acara Keroncong Lampu Pijar,
Tari Tradisional dari KMB Yogyakarta, Orker Serayu Camelia, dan Ageng Project Band. (R 4 NU/H A NNA)



mantap, mbengi ngliput, isuk langsung terbit, wis kaya media cetak ternama, sangar lah
BalasHapusKeren.. suwun. Supportipun
BalasHapus