Tembagapura-adalah
sebuah distrik setingkat kecamatan yang berada di kabupaten Mimika, Papua,
Indonesia. Akhir-akhir ini rame di perbincangkan, karena ditemukannya spesies
anjing baru yang hidup di kawasan Grasberg.
Grasberg sendiri adalah sebuah tambang yang terletak di
gunung Grasberg di kecamatan Tembagapura, kabupaten Mimika, Papua yang
merupakan tambang dengan cadangan tembaga terbesar ketiga di dunia dan cadangan emas terbesar di
di dunia.
Spesies Anjing baru yang mirip dengan serigala ini memiliki
perbedaan dengan anjing pada umumnya. Anjing ini tidak bisa menggonggong
seperti kebanyakan anjing pada umumnya, dan hanya bisa mengeluarkan teriakan
panjang atau melolong.
“Memiliki ciri-ciri mirip dingo di Benua Australia. Karena belum memiliki nama ilmiah, kami kemudia
menyebutnya ‘Singing Dog’,” kata peneliti dari Universitas Cendrawasih Papua,
Hendra Kurniawan Maury.
“dokumentasi ini sempat ditayangkan oleh stasiun televisi National Geographic dan menimbulkan
banyak spekulasi dan proyeksi dari zoologi dan berbagai belahan bumi tentang
keberadaan dingo di tanah Papua.
Anjing ini mirip serigala. Hidup di ketigian 7.500 meter di atas permukaan
laut,” jelas Hendra yang di kutip dari laman Detik.com (11/10/2018).
Menurut hasil penelitian yang di lakukan pertama kali oleh
peneliti yang datang dari Universitas Negeri Papua dan Guenia Highland Wild Dog
Foundation, James Mcintyre pada 2016 lalu. Singing Dog hidup di dataran tinggi,
minimal 7.000 meter di atas permukaan laut. Hewan ini biasa hidup berkelompok
yang terdiri atas empat ekor anjing. Pemimpin kelompok adalah anjing jantan,
dengan tiga ekor betina.
Hingga kini beberapa peneliti dari dalam dan luar negeri
sedang mencoba meneliti dingo (Singing Dog) lebih dekat. Namun nyatanya, soal
dingo di Papua ini sudah diketahui oleh suku Moni sejak zaman dulu.
"Dingo ini adalah anjing penjaga Carstensz,"kata
maximus Tipagau, salah seorang tokoh dari suku Moni yang menjelaskan tentang
dingo.
Suku Moni sendiri mendiami kawasan Ugimba, Kabupaten Intan
Jaya. Mereka hidup di sekitar Pegunungan Jayawijaya, tepatnya di sekitar Puncak
Carstensz dan dekat dari kawasan Grasberg. Puncak Carstensz adalah puncak
tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 4.884 mdpl. Dan cerita tentang dingo pun
sudah turun-menurun didengar oleh orang-orang suku Moni. Bahkan menurut mereka,
dingo adalah tuan tanah di Puncak Carstensz dan sekitarnya.
Menurut Maximus, dingo hidup secara bebas di alam. Tidak
bisa dipelihara dan begitu dihormati oleh suku Moni. Oleh sebab itu, dingo
sulit ditemui tapi justru mudah ditemui oleh suku Moni. "Kalau orang biasa
mau lihat dingo, itu susah. Tapi kami orang Moni bisa melihatnya, bahkan bisa
mendekat nanti kita beri makan. Kepercayaan kami tentang dingo ini sudah dari
zaman dulu," tutup Maximus. yang di kutip dari laman Detik.com. (R/R)



Kok anjingnya lucuk sih Ran? Lebih lucu dr Harimaru🙊 *kabuur
BalasHapusTapi ngga malesan kaya Harimaru 😂
HapusHihihiii
BalasHapusPengin pelihara anjing juga ngga mas? Hehe
Hapus