Pasar Lodra Jaya. Destinasi Digital Baru di Banjarnegra

Banjarnegara-Setelah sukses dengan 53 Destinasi Digital yang tersebar di berbagai wilayah Nusantara. Kini giliran Banjarnegara yang ikut ambil bagian mensukseskan target 100 Destinasi Digital di Indonesia oleh Kementrian Pariwisata Republik Indonesia.

Banjarnegara dengan Pasar Lodra Jaya, merupakan Destinasi Digital ke-54 yang telah di resmikan oleh Kemenpar RI. Pasar dengan nuansa Tradisional dan suasana alam ini telah di resmikan pada Minggu 18 November 2018.
Peresmian Pasar Oleh Wakil Bupati Banjarnegara dan Kemenpar berserta jajaran

Sebelumnya Pasar Lodra jaya garapan Genmile Banjarnegara, telah menggelar Soft Launching pada 3 November 2018,  dan gelaran keduanya pada minggu berikutnya. Pada Grand Launching minggu lalu (18/11) dihadiri pula oleh Wakil Bupati dan Kemenpar RI beserta jajaranya.

Pasar yang terletak di Desa Winong, Kecamatan Bawang, Banjarnegara, memiliki lapak kurang lebih dua puluh lapak yang menjajakan makanan Tradisional salah satunya Intil, Sega Tiwul, Dan Cimplung sebagai makanan khas Pasar Lodra Jaya. Tak hanya menjual makanan dan minuman Tradisional, Pasar ini juga mempunyai arena permainan Tradisional mulai dari Egrang, Sunda Manda dan banyak permainan lainya.


Wakil Bupati Banjarnegara beserta jajaran pun sempat mencoba permainan Egrang sebelum meresmikan Pasar Lodra Jaya. Menurutnya Permainan yang ada di Pasar Lodra jaya mengingatkan kenangan masa kecil yang menarik dan indah. “ada satu yang menarik dan indah, kenangan masa kecil. Satu di antaranya adalah permainan Egrang itu”. ungkapnya yang di temui setelah mencoba permainan Egrang.
Wakil Bupati Banjarnegara (H. Syamsudin, S.Pd., M.Pd)

Tak hanya sekedar hiburan semata, permainan Egrang bertujuan untuk melatih keseimbangan, kekuatan tangan dan juga keberanian. “Jadi ini bermanfaat karena keberanian itu penting bagi kita sekalian” imbuhnya.

Seperti kebanyakan Destinasi Digital, Pasar Lodra jaya juga tidak di perbolehkan transaksi menggunakan mata uang Rupiah. Melainkan pengunjung harus menukarkan uangnya dengan uang Ketip (uang yang di gunakan di Pasar Lodra Jaya) Satu ketip memiliki nilai Rp. 2.500,- .
Penukaran Rupiah ke Uang Ketip

Dan juga tak kalah menarik, di Pasar Lodra Jaya baik penjual ataupun pengunjung, tidak di perbolehkan menggunakan Plastik, Sterofum, dan sejenisnya. Hal ini sebagai bentuk dukungan pihak Pasar Lodra Jaya Cinta Lingkungan.

Oiya.. Nama Lodra Jaya sendiri di ambil dari nama tokoh pendiri  Desa Winong dan merupakan prajurit perang Diponegoro. Figur Pangeran Lodra Jaya di gambarkan sebagai sosok kesatria dengan memakai Pakaian khas Jawa yaitu Kain Lurik dan Ikat kepala tergambar pada logo Pasar Lodra Jaya.


Pasar Lodra Jaya buka setiap Hari Minggu Pukul 06.00 sampai pukul 12.00 wib. R 4 NU

Komentar

Posting Komentar